PERANGKAT JARINGAN NIRKABEL

 D. Perangka Jaringan Nirkabel

Jaringan nirkabel merupakan jaringan yang terkoneksi melalui gelombang elektromagnetik memungkinkan terjadi transmisi dan penerimaan informigelomba terkoneksi secara fisik (Pengkabelan)


Berdasarkan medianya, jaringan nirkabel memiliki satu karakteristik atau lebih bergantung pada rentang frekuensi untuk mengirim. Gelombang transmisi ini bervariasi, menyesuaikan kebutuhan transmisinya. Contoh dari gelombang transmisi yakni gelombang radio yang menggunakan frekuensi gelombang elektromagnetik omni-directional. Selain itu, terdapat gelombang mikro satelit yang menghubungkan dua atau lebih stasiun bumi (stasiun pangkalan). Kemudian, gelombang inframerah yang dapat menghubungkan pemancar dan penerima. 

1. Jenis Perangkat Jaringan Nirkabel

Terdapat banyak jenis perangkat jaringan yang digunakan oleh masyarakat. Perangkat jaringan selalu mendukung kinerja antara satu dengan lainnya, walaupun perangkat tersebut memiliki perannya masing-masing. Apabila terdapat satu perangkat jaringan yang tidak terhubung pada komputer, perangkat lainnya akan terganggu hingga tidak berfungsi lagi. Beberapa perangkat jaringan diuraikan sebagai berikut.

a. Access point
Saat ini banyak tempat umum, seperti taman kota, rumah sakit, bandara, cafe, dan mall yang memiliki akses internet menggunakan Wi-Fi. Bukan hal umum apabila internet telah menjadi kebutuhan sehari-hari setiap orang. Perkembangan smartphone yang semakin pesat membuat tempat-tempat tersebut menyediakan akses internet.

Access point merupakan perangkat keras jaringan komputer yang menghubungkan perangkat nirkabel dengan jaringan lokal menggunakan beberapa teknologi, seperti wireless, Wi-Fi, dan Bluetooth. Access point ini umumnya disebut Wireless Local Area Network (WLAN). Access point berfungsi menerima dan mengirimkan data yang berasal dari adapter wireless.


Access point memiliki dua komponen yakni transceiver dan antena. Komponen tersebut berfungsi menerima dan memancarkan sinyal internet dari client server atau sinyal internet menuju ke client server

1) Fungsi access point

Fungsi utama access point yaitu menolak atau mengizinkan perangkat untuk terhubung dengan jaringan lokal yang sama. Untuk rincian fungsinya dijabarkan sebagai berikut.

a) Access point digunakan sebagai penyebar sinyal internet kepada
perangkat yang terhubung melalui gelombang radio.

b) Access point digunakan sebagai penghubung antarjaringan satu
dengan yang lain (jaringan lokal menggunakan kabel dengan
jaringan nirkabel).

c) Access point digunakan sebagai pengatur IP address secara otomatis pada perangkat yang terhubung.

d) Access point digunakan sebagai pengaman dengan fitur fitur keamanan WEP atau WAP atau umumnya disebut shared key authentication.

2) Cara kerja access point

a) Ketika ingin menghubungkan ke perangkat seperti laptop, layar laptop otomatis akan memunculkan permintaan memasukkan password.

b) Setelah pasword dimasukkan, access point akan mengatur agar perangkat tersebut dapat terhubung dengan mencocokkan password Wi-Fi yang telah dimasukkan ke access point.

c) Apabila password yang dimasukkan benar, perangkat dapat terkoneksi dengan internet secara otomatis.

d) Jalur data yang disediakan access point merupakan jalur data sinyal Radio Frekuensi (RF) yang dibentuk oleh Wi-Fi dengan jalur elektrik pada kabel ethernet.

3) Tipe access point

Access point memiliki beberapa tipe. Tipe-tipe access point diuraikan sebagai berikut.

a) Repeater mode

Repeater mode berfungsi menambahkan jangkauan sinyal nirkabel menggunakan Servide Set Identifier (SSID) serta keamanan yang serupa. Umumnya, repeater mode untuk menguatkan sinyal di tempat yang berwireless, namun pemancar sinyalnya tidak merata seperti di pegunungan.

b) Access point mode

Acces point mode yakni perangkat untuk menghubungkan jaringan kabel dengan nirkabel. Sistem kerja pada perangkat ini mirip dengan sistem kerja switch. Letak dari access point mode ini yaitu di balik router. Access point mode, umumnya ditemukan di tempat yang menyediakan jaringan kabel saja.

c) Client mode

Tipe access point yang ketiga yakni client mode. Client mode, umumnya ditemukan pada perangkat elektronik dengan port ethernet seperti PC dan laptop.

d) Wireless router mode

Wireless router mode untuk membagikan satu koneksi internet ke banyak client. Wireless router mode memiliki satu port Wide Area Network (WAN) yang dapat mendukung banyak jenis koneksi.

e) Bridge mode Cara kerja bridge mode yaitu membuat jaringan individu dalam satu internet untuk dua grup. Alat ini berfungsi memanfaatkan jaringan nirkabel dan menyebarkannya menggunakan SSID serta password yang sama. Bridge mode dijumpai di cafe, rumah, dan kantor tanpa password.

b. Nirkabel router

Merupakan perangkat yang berfungsi mentransmisi paket data dari jaringan internet ke perangkat lain melalui proses routing. 
Wireless router terdiri atas berbagai jenis yang dapat digunakan di kantor, rumah, maupun perusahaan. Jenis-jenis router ini yaitu internet kabel dengan fiber optik. Untuk ADSL-nya dilengkapi dengan wireless. Selain itu, terdapat wireless router yang terhubung dengan kabel LAN. 

1) Fungsi router
Fungsi utama router yaitu membagi koneksi ke perangkat lain dan mengolah lalu lintas antara jaringan satu dengan yang lainnya. Adapun beberapa fungsi lain selain fungsi utama yang telah disebutkan dijabarkan sebagai berikut.

a) Menghubungkan jaringan ke DSL
Router berfungsi menghubungkan jaringan lokal ke DSL. DSL router digunakan sebagai firewall untuk melindungi data dalam menaikkan cyber security. 

b) Mentransmisikan informasi
Router berfungsi mentransmisi informasi ke jaringan lain. Router dapat dijadikan jembatan akses internet dengan sistem networking bridge agar data jaringan dapat digunakan jaringan lainnya. 

c) Membaca alamat IP
Router berfungsi membaca alamat IP. Pembacaan ini menentukan routing antarnode dalam jaringan tertentu.

d) Menyaring paket data
Router berfungsi memfiltrasi paket data dalam sebuah jaringan. Proses filtrasi dapat mendukung kerja jaringan internet. Selain itu, proses filtrasi dapat mencegah koneksi internet yang lambat karena lalu lintas yang besar. 

e) Menghubungkan jaringan
Router berfungsi menghubungkan jaringan ke banyak perangkat. Hal tersebut dilakukan agar pembagian paket data antara jaringan satu dengan yang lain tersedia. 

2) Cara kerja router
Cara kerja router yakni mengarahkan data dengan routing table saat penentuan jalur yang dilalui paket data untuk mencapai tujuan tertentu. Paket data ini membawa beberapa informasi, seperti pengiriman, alamat IP yang dituju, dan tipe data. Router dapat membaca setiap bagian. Selanjutnya, menentukan arah terbaik yang digunakan pada proses transmisi data.
c. Antena 
Antena pada alat komunikasi berperan mengubah sinyal listrik menjadi sinyal Antena pametik. Antena akan memancarkan sintromagnetik ruang bebas. Antena juga menerima sinyal udara/ruang bebas dan mengubahnya menjadi listrik. Antena wireless memiliki bentuk desain yang berbeda-beda. Hal tersebut terjadi karena antena menyesuaikan pola penyebaran frekuensi dan gain


Saat ini, antena wireless menjadi elemen penting yang harus tersedia pada teleskop radio, tv, dan radar. Sederhananya, antena wireless adalah alat untuk mengirim dan menerima sinyal elektromagnetik. Berikut dijabarkan beberapa jenis antena.

1) Antena grid adalah antena Wi-Fi yang berfungsi mengarahkan serta

memperkuat sinyal wireless dengan koneksi multipoint atau point to point

2) Antena omni-directional yakni antena yang berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik.

3) Antena sectoral yaitu antena yang berfungsi sebagai penyebar sinyal secara searah.

4) Antena yagi merupakan antena yang dirancang untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik.

5) Antena parabolic adalah antena untuk komunikasi radio.

6) Antena 8 quad yaitu antena yang dapat memancarkan frekuensi satu arah dengan sudut searah.

7) Antena PVC yakni antena untuk mengumpulkan serta meneruskan gelombang elektromagnetik.

8) Antena wajan bolic merupakan antena yang berfungsi memperluas jangkauan penerimaan sinyal hotspot.

2. Standardisasi IEEE
IEEE SA (IEEE Standards Association) adalah organisasi pembangun konsensus yang bertujuan mengembangkan, memajukan, serta memelihara teknologi global Organisasi tersebut terdiri atas banyak ahli di bidang teknik yang mempromosikan pengembangan beberapa standar untuk percepatan teknologi baru dalam industri dan teknik atau engineering. Terdapat beberapa kode turunan dari standardisasi 802.11. Jenis-jenis standardisasi seri 802 diuraikan sebagai berikut.

a 802.11a
Standard 802.11a bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan mengikuti standar Unlicensed National Information Infrastructure (UNII), Teknologi pada standar 802.11a menggunakan standar Frequency Division Multiplexing (FDM) yang dapat mentransfer data sampai 54 Mbps.

b. 802.11b
Saat ini, standar 802.11b paling banyak digunakan. Throughput maksimum pada standar 802.11b adalah 11 Mbps (6 Mbps dalam praktik). Selain itu, standar 802.11b memiliki jangkauan sampai 300 meter di lingkungan terbuka. Frekuensi yang digunakan pada standar 802.11b yaitu 2,4 GHz dengan tiga saluran radio. Kecepatan transmisi atau pengiriman data pada standar 802.11b adalah 5,4 Mbps sampai 11 Mbps.

c. 802.11ac
Standar 802.11ac adalah standard Wi-Fi yang bekerja di gelombang radio berfrekuensi 5 GHz dengan data rate sampai 1300 Mbps atau 1,3 Gbps. Pengembangan standar 802.11ac dilakukan pada tahun 2011 sampai 2013. Kemudian, standar 802.11ac disahkan pada Januari 2014.

d. 802.11e
Standar 802.11e untuk meningkatkan kualitas layanan pada tingkat data link layer. Standar 802.11e untuk transmisi lebih baik dalam hal audio dan video. e. 802.11f. Standar 802.11f merupakan rekomendasi untuk jalur akses vendor produk agar lebih kompatibel. Hal tersebut dapat menggunakan inter-access point protocol roaming yang memungkinkan pengguna roaming berpindah ke jaringan jaringan tertentu.

f 802.11g
Standar 802.11g menawarkan bandwidth yang tinggi yaitu 54 Mbps throughput maksimum dan 30 Mbps dalam praktik pada frekuensi 2,4 GHz. Standar ini kompatibel dengan standar 802.11b. Oleh karena itu, perangkat yang mendukung standar 802.11g dapat bekerja dengan 802.11b. 9. 802.11n
Jenis standardisasi seri 802 yang terakhir yakni standar 802.11n. Standar ini memiliki data rate lebih dari 100-500 Mbps.


3. Bentuk Perangkat Jaringan Nirkabel
Teknologi jaringan nirkabel adalah transfer informasi antartitik yang tidak terhubung secara fisik. Dalam penggunaannya, jaringan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, yaitu mudah dalam proses instalasi, memiliki area kerja luas, serta lebih fleksibel. Sementara itu, kekurangannya, lebih mahal, terdapat delay, serta keamanannya cukup rendah.

a. Jaringan Ad-Hoc

Jaringan Ad-Hoc merupakan jaringan komputer yang terdiri atas dua atau lebih perangkat wireless. Perangkat tersebut secara langsung membentuk komunikasi antarperangkat. Jaringan Ad-Hoc umumnya hanya melibatkan dua perangkat atau lebih agar perangkat dapat berkomunikasi atau tukar data dan informasi. Jaringan ini, umumnya untuk mengirimkan data yang tidak terlalu besar ke perangkat laptop lain tanpa menggunakan kabel sebagai media transmisinya. Apabila ditemukan satu perangkat wireless mendekat masuk dalam jangkauan BSA, perangkat tersebut dapat berpartisipasi ke dalam jaringan. Akan tetapi, jaringan Ad-Hoc tidak transitive. Artinya, apabila terdapat dua perangkat A dan B saling berkomunikasi, dalam jangkauan perangkat A dan perangkat lain atau perangkat C, masuk dalam jangkauan perangkat B, sedangkan perangkat C tidak dapat masuk dalam jangkauan A. Hal ini menyebabkan perangkat C tidak dapat berkomunikasi dengan perangkat A

1) Kelebihan jaringan Ad-Hoc

Jaringan Ad-Hoc memiliki lima kelebihan berikut.

a) Jaringannya praktis.

b) Biayanya relatif murah karena memanfaatkan perangkat wireless di

laptop saja.

c) Konfigurasinya mudah.

d) Media transmisinya tidak membutuhkan kabel. menjadi lebih mudah.

e) Pertukaran data 2) Kelemahan jaringan Ad-Hoc

Selain kelebihan yang dimiliki oleh jaringan Ad-Hoc, jaringan ini juga memiliki kelemahan. Kelemahan jaringan Ad-Hoc yaitu terbatasnya jumlah jaringan yang dapat terhubung ke perangkat serta lambatnya transfer data.

b. Langkah-langkah konfigurasi jaringan Ad-Hoc Langkah-langkah konfigurasi jaringan Ad-Hoc diuraikan sebagai berikut.

1) Point to Point (PTP)

Point to point merupakan metode penyaluran akses internet yang hanya menggunakan dua site: Topologi ini, umumnya digunakan oleh ISP untuk mendistribusikan internet dari POP ke satu pelanggan melalui radio wireless. Tidak hanya untuk menghubungkan ke satu orang, topologi ini juga menghubungkan antarkantor yang letaknya cukup jauh dan tidak memungkinkan apabila dihubungkan dengan kabel, baik UTP ataupun fiber optik.

Kelebihan dari PTP, yaitu jaringan lebih stabil, pemeliharaan lebih mudah, dan cocok digunakan jarak jauh

2) Point to Multipoint (PTM)
Kelebihan Point to Multipoint yaitu lebih hemat biaya dan lebih fleksibel. Namun, Point to Multipoint kurang cocok untuk penggunaan jarak jauh, susah di maintenance, serta troughput dan bandwidth yang dihasilkan kurang maksimal karena harus memenuhi kebutuhan banyak station sekaligus.

4. Channel Perangkat Jaringan Nirkabel

channel merupakan saluran komunikasi yang mengacu pada media transmisi, baik yang menggunakan kabel ataupun nirkabel. Sebuah saluran atau channel umumnya untuk mengirimkan data informasi dari pengirim ke penerima. Jaringan Wi-Fi, aktif di frekuensi 2.4 GHz dengan lebar 100 Mhz.

a. Memilih dan mengatur channel dapat meningkatkan daya jangkau sinyal Wi- Fi

Wi-Fi dengan 2.4 Ghz memiliki channel yang beroperasi pada frekuensi rendah yaitu 2.402 Ghz atau 2402 MHz sehingga frekuensi channel di atas akan lebih tinggi. Selisih dari setiap channel tersebut yakni 5 MHz. Menurut teori rumus panjang gelombang, semakin kecil frekuensi gelombang, semakin besar panjang gelombang. Sebaliknya, semakin besar panjang gelombang, semakin jauh jangkauan yang dimiliki. 

 b. Interferens

Merupakan gangguan yang terjadi pada sinyal gelombang elektromagnetik yang disebabkan oleh sinyal lainnya. Hal ini akibat dari bentrokan atau penggunaan frekuensi yang sama oleh dua perangkat bahkan lebih.

c. Frekuensi rendah rawan interferensi

Pada umumnya, setiap orang mengatur channel access point pada channel rendah ichannel 1) untuk menambahkan jangkauan. Namun, hal tersebut dapat membuat Wi-Fi rentan terhadap gangguan.

d. Frekuensi tinggi pada channel atas dan tahan interferensi, namun daya Jangkau sinyal kurang baik

Apabila setiap orang ingin kualitas sinyal yang bebas dari gangguan, orang tersebut dapat memilih frekuensi tinggi atau channel yang besar. Terdapat 14 channel yang digunakan pada wireless 802.11 b/g/n dengan frekuensi 2.4 GHz. Administrator dapat mengatur channel setiap daerah yang terdapat Jaringan wirelessnya. Ketika channel antarwireless saling bersinggungan, akan menimbulkan gangguan yang menyebabkan kualitas sinyal tidak maksimal. Jika kualitas yang diterima tidak maksimal, pertukaran data dalam jaringan menjadi kurang optimal.

E.Perancangan Jaringan Nirkabel
1. Site Survey
Langkah pertama yang dilakukan dalam perancangan jaringan nirkabel yaitu melakukan survey. 

a. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS, dan kompas pada peta.

b. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) di sepanjang path

c. Hitung SOM, path, accessories loss, EIRP, freznal zone, serta ketinggian antena.

d. Perhatikan posisi station lain, selanjutnya potensi hidden station, over shoot, dan test noise serta interferensi.

e. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel, dan alternatif ketika terdapat kesulitan dalam instalasi.

f. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi.

2. Topologi Jaringan Nirkabel
Berikut diuraikan jenis-jenis topologi yang digunakan dalam jaringan wireless

a. Independent Basic Service Set (1885)
IBSS atau umumnya disebut dengan jaringan Ad-Hoc merupakan jaringan yang terbentuk ketika client wireless dilengkapi dengan wireless LAN Card yang secara langsung saling terhubung. 18SS tidak perlu perangkat seperti access point.

b. Basic Service Set (BBS)
Koneksi antarwireless client pada topologi ini diperantarai oleh perangkat access point. Wireless client yang ingin terhubung dengan client lain harus terhubung dulu dengan access point yang digunakan.



c. Extended Service Set (ESS)
Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu access point yang digunakan. Tujuannya menjangkau area yang lebih jauh. Dapat dikatakan topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS

3. Kondisi Channel Jaringan 

Peralatan wireless yang mendukung standar protokol 802.11a, 802.11b, atau 802.11g dengan frekuensi 2,4 GHz memiliki 14 channel. Agar tidak terjadi gangguan antar- access point yang dapat merusak data maka channel perlu diperhatikan dengan baik.

4. Interferensi

Pada umumnya, jaringan wireless dapat menimbulkan gangguan terberat oleh Wi- Fi. Gangguan atau interferensi ini terjadi ke sesama sinyal gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi, interval, dan area yang sama. Hal tersebut mengakibatkan device client mengalami error ketika menerjemahkan kode informasi yang sama.

 a. Teknik mengatasi interferensi

Pada operasional infrastruktur Wi-Fi di outdoor, salah satu tantangan yang cepat atau lambat namun pasti dihadapi bersama adalah berkurangnya througput karena tingginya interferensi dan noise. Sinyal yang kuat tidak cukup untuk menjamin reliabilitas penerima wireless broadband.

b. Cara memaksimalkan level sinyal
1) Link budget
Daya pancar yang cukup, sensitivitas penerima, fade margin, dan penguatan antena yang cukup merupakan prosedur standar pertama yang umum digunakan. Hal ini untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space loss.

2) Line of Sight (LoS)
Prosedur standar kedua yakni teknik LOS. Jalur LOS harus tanpa hambatan atau penghalang dari ujung ke ujung.

3) Fresnel zone
Daerah yang dijangkau harus bebas atau tidak memiliki halangan. Fresnel zone ini merupakan prosedur standar umum ketiga dalam memaksimalkan level sinyal.

4) Instalasi 
Pastikan antena yang dipasang sudah aman dan benar. Antena harus memiliki arah yang benar serta konektor N harus tahan air. Pada umumnya, masyarakat menggunakan konektor N dan coax yang bagus walaupun harganya mahal.

C Cara meminimalkan interferensi dan noise Berikut dipaparkan cara meminimalkan interferensi dan noise.

1) Interferensi 
Interferensi merupakan sinyal pengganggu yang tidak diiginkan. Frekuensi pada interferensi berdekatan atau sama dengan sinyal yang diinginkan serta berdaya besar. 

Berikut dijabarkan cara meminimalkan interferensi.
a) Sinyal level harus lebih besar dari noise yang diterima atau Signal to Noise Ratio (SNR) harus setinggi mungkin
b) Untuk memperoleh SNR yang tinggi, terdapat dua kondisi yang harus dipenuhi sekaligus. Apabila gagal memenuhi kedua kondisi tersebut, menyebabkan SNR menjadi rendah. Kondisi yang harus dipenuhi yakni sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih tinggi daripada sensivitas penerima. Kemudian, level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk.
c) Memaksimalkan level sinyal yang diterima.
d) Memilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.
e) Mengubah lokasi peralatan atau antena.
f) Menggunakan jalur-jalur yang pendek, tidak membangun

2) Noise
Noise merupakan sinyal-sinyal yang tidak diinginkan dan selalu terdapat dalam sistem transmisi. Noise ini akan mengganggu kualitas dari sinyal terima yang diinginkan dan akhirnya menggangu proses penerimaan dan pengiriman data. Berikut cara meminimalkan noise.

a) Mengantisipasi dan meminimalkan segala gangguan dari luar.

b) Menaikkan SNR.

c) Menjauhkan media transmisi dari medan listrik.

d) Menggunakan kabel terisolasi.


5. Pemasangan Perangkat Jaringan Nirkabel 
Dalam melaksanakan instalasi perangkat jaringan nirkabel, diperlukan penempatan, prosedur, serta alat dan bahan yang tepat. Berikut cara pemasangan perangkat jaringan nirkabel.

a Prosedur instalasi
Berikut prosedur instalasi pada perangkat jaringan nirkabel.
1) Pemeriksaan koneksi kabel
eriksa koneksi kabel sudah cocok atau belum. Pemasangan ini dimulai dari access point ke switch, lalu pemeriksaan tabel UTP yang digunakan dapat berjalan dengan baik atau tidak. Kemudian, pemeriksaan pada

2) Pemeriksaan pemasangan kabel
posisi kabel yang ingin diperiksa dapat dilacak. kabel access point ke antena. Kabel dapat diperiksa lebih dahulu. Kabel dapat dipasang label agar mudah dalam memeriksa atau mendokumentasi jaringan sehingga

3) Pembuatan desain Buat desain menggunakan pengaturan konfigurasi. Misalnya, SSID yang ingin dipakai, IP address yang ingin dipasang, user dan password login, dan pengaturan parameter sekuritas yang harus sama. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi masalah ketika client device ingin terhubung
dengan access point yang tersedia.

4) Penggunaan beberapa software
Beberapa software ini untuk menguji radius sinyal dari access point. Hal tersebut bertujuan untuk memeriksa radius dan overlapping channel.

5) Pencatatan dan pendokumentasian Pencatatan dan pendokumentasian ini dilakukan pada langkah-langkah konfigurasi dan kontak dari tim instalasi. Hal tersebut dapat berfungsi ketika terjadi masalah di kemudian hari. Berdasarkan hal tersebut, dapat diperiksa permasalahan sesegera mungkin.

b. Penempatan alat
Access point, umumnya diletakan pada tempat atau titik yang dapat memberikan sinyal atau radius. Penempatan akses point untuk ruangan indoor, sebaiknya diletakkan di tempat yang tidak banyak sekat atau dinding. Peletakannya diusahakan lone of sight karena radius signal semakin kecil apabila terdapat banyak sekat atau halangan seperti tembok. 

c. Pengkabelan
Pemasangan kabel digunakan pada kabel UTP yang terhubung dengan access point. Koneksi access point ke switch perlu diperhatikan dalam pemasangan kabel. Hal tersebut dilakukan agar dapat mengetahui kabel digunakan atau tidak. 

d. Proses instalasi
1) Rencana instalasi
a) Membuat desain jaringan di kertas sesuai dengan keadaan nyata di lapangan.

b) Membongkar serta membenahi infrastruktur lapangan.

c) Memasang alat-alat jaringan secara menyeluruh.

d) Melakukan konfigurasi alat-alat jaringan secara menyeluruh.

e) Melakukan uji konektivitas pada semua node dalam jaringan serta radius dari access point yang dipasang.

 2) Tim instalasi
Tim instalasi merupakan seseorang yang terlibat dalam pelaksanaan instalasi jaringan nirkabel. 
a ) Memiliki banyak lokasi instalasi.

b) Kapasitas user yang akan mengakses jaringan nirkabel.

c) Besar biaya yang akan dikeluarkan untuk proses penginstalan jaringan.

6. Antena
Bidang telekomunikasi tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Saat ini, banyak metode komunikasi canggih yang memungkinkan manusia berinteraksi secara cepat, efektif, dan efisien, Semua hal tersebut, tidak lain merupakan hasil dari proses perkembangan bidang telekomunikasi yang semakin baik dari masa ke masa.

Berikut diuraikan mengenai jenis-jenis antena
a. Antena omni-directional
Jenis antena yang pertama adalah antena omni-directional, umumnya disebut omni. Dalam penggunaannya, antena omni ini untuk memancarkan sinar radiasi sinyal sampai ke semua arah. Namun, umumnya pemancaran sinyal tersebut dilakukan secara horizontal. Antena omni-directional akan membentuk lingkaran dengan lubang di tengahnya untuk melakukan fokus terhadap energinya.


b . Antena semi-directional
Antena semi-directional terdiri atas bermacam-macam bentuk dan jenis Beberapa tipe antena semi-directional yang umum digunakan bersama WLAN adalah antena patch. Semua antena tersebut, umumnya memiliki bentuk jangkauan yang berbeda-beda. datar dan dirancang untuk dinding gunung. Setiap tipe memiliki karakteristik

Antena semi-directional mengubah energi dari pemancar lebih ke satu arah khusus daripada ke arah yang sama. Antena semi-directional umumnya memancar dalam bentuk hemispherical atau pola lingkup silinder.

c. Antena highly-directional
Antena highly-directional memancarkan sinyal terbatas dari berbagai tipe antena dan memiliki gain terbesar dari ketiga grup antena. Secara khurus, antena highly-directional memiliki bentuk yang cekung dan peralatannya berbentuk piringan. Antena ini cocok untuk jarak jauh dan hubungan wireless point to point.

Antena highly-directional memiliki bentuk grid. Antena ini digunakan pada hubungan komunikasi point to point serta dapat memancar hingga jarak 25 mil atau 42 km. 

d.  Konektor dan pengkabelan antena 
Untuk menyambungkan peralatan Wi-Fi atau WLAN, kabel coax, dan antena membutuhkan konektor khusus yang dapat digunakan di frekuensi tinggi. Dalam hal ini, disebut frekuensi gelombang mikro. Terdapat beberapa macam tipe konektor coax yang dapat digunakan pada frekuensi tinggi. Sebuah konektor yang baik memiliki redaman sekitar 0.3-0.5 dB.

e. Pointing atau pengarahan antena 
Pointing antena merupakan kegiatan untuk mendapatkan sinyal terbaik ketika melakukan pemasangan antena. Antena disini adalah antena untuk jaringan komunikasi, Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat pointing antena adalah sudut antena dan penghalang antara antena penangkap dengan pemancar sampai ketinggian antena atau posisi antena. Ketika teknisi melakukan pointing antena, seseorang akan berkomunikasi dengan pihak pemancar sinyal bahwa antena sudah terdeteksi dengan baik atau belum.
























Comments